1.
Reaksi
oksidasi dan reduksi (redoks)
Pengertian
oksidasi dan reduksi disini lebih melihat dari segi transfer oksigen, hidrogen
dan elektron. Disini akan juga dijelaskan
mengenai zat pengoksidasi (oksidator) dan zat pereduksi (reduktor).
A.
Reaksi
oksidasi
Reaksi Oksidasi adalah suatu reaksi yang melibatkan oksigen
dalam prosesnya atau reaksi penagkapan oksigen (O2) untuk
menghasilkan suatu zat atau senyawa baru. Reaksi oksidasi sering disebut reaksi
pembakaran yang menghasilkan karbon dioksida (CO2) dan uap (H2O).
Ciri-ciri reaksi oksidasi yaitu penangkapan oksigen (O2), pelepasan
hidrogen (H2), dan peningkatan biloks (bilangan oksidasi).
Contoh:
1. Reaksipenangkapan/penambahanoksigen
CH4(g) + 2 O2(g)
–> CO2(g) + 2 H2O(l)
Atom O tertangkap membentuk
karbondioksida
2. Reaksi pelepasan/pengurangan
hidrogen
CO2 (COOH)2–>2H
+ 2CO2
Hidrogen pada asam
oksalat terlepas
3. Biloks bertambah
Fe2O3(s)
+ 3CO(g) → 2Fe(l) + 3CO2(g)
Perubahan : 3CO(g)
→ 3CO2(g) disebut Reaksi Oksidasi
B.
Reaksi reduksi
Reaksi reduksi adalah suatu reaksi
yang melepaskan oksigen. Pengertian reaksi reduksi meliputi reaksi melepaskan
oksigen, reaksi penangkapan hidrogen dan reaksi penurunan biloks.
Contoh:
1. Reaksi pelepasan
/ pengurangan oksigen
CuO(s) + H2(g)
→ Cu(s) + H2O(g)
Oksigen padat tembaga lepas
dan berikatan dengan H2O
2. Reaksi penangkapan
/ penambahan hidrogen
CuO(s) + H2(g)
--> Cu(s) + H2O(g)
Hidrogenpadareaktantertangkapmembentuk
air
3. Reaksi penurunan
biloks
Fe2O3(s)
+ 3CO(g) → 2Fe(l) + 3CO2(g)
Perubahan : Fe2O3(s)
→ 2Fe(l) disebut Reaksi Reduksi
2.
Reaksi Brominasi
Reaksi brominasi digunakan untuk
membedakan golongan alkena dan alkana ciri yang tampak secara fisual pada
brominasi adalah warna asalnya menghilang. Gas etena jika dilewatkan kedalam
air brom (berwarna cokelat kemerahan), maka akan bereaksi membentuk larutan
1,2-dibromoetana yang tidak berwarna. Alkana tidak mempengaruhi air brom ketika
senyawa itu dilewatkan kedalamnya.
Reaksi
brominasi etena yaitu :
C2H4 + Br2 --------> C2H2Br2 + H2
etena 1,2-dibromoeta
C2H4 + Br2 --------> C2H2Br2 + H2
etena 1,2-dibromoeta
3. Reaksi Ozonolisis
Reaksi ozonolisis merupakan reaksi oksidasi ikatan
rangkap oleh ozon. Biasanya reaksi ini
digunakan untuk menentukan tempat ikatan rangkap
pada senyawa yang belum diketahui. Reaksi alkena dengan ozon akan
menghasilkan aldehida atau keton dan bisa kedua-duanya.
H2C= CH2 + O3 à 2HC=OH
Untuk reaksi ozonolisis,
pasti akan terjadi pemutusan rantai. Reaksi ini dibagi menjadi 2, yaitu
ozonolisis reduktif dan oksidatif.
Contoh: